KAPSUL ENDOSCOPY

APA ITU KAPSUL ENDOSKOPI ?

Kapsul endoskopi adalah cara untuk merekam gambar pada saluran pencernaan untuk digunakan dalam kedokteran. Kapsul tersebut mempunyai ukuran dan bentuk seperti pil dan terdiri dari sebuah kamera kecil.Setelah pasien menelan kapsul tersebut, maka kamera yang berada di dalam kapsul merekam gambar dari bagian dalam saluran pencernaan. Penggunaan utama dari kapsul endoskopi ini untuk mengetahui wilayah di usus kecil yang tidak dapat dilihat oleh jenis-jenis endoskopi lainnya seperti kolonoskopi atau esophagogastroduodenoscopy (EGD). Jenis pemeriksaan ini sering dilakukan untuk mencari sumber perdarahan atau sakit perut. Prosedur ini disetujui oleh US Food and Drug Administration (FDA) pada tahun 2001.

Kapsul endoskopi digunakan untuk menguji bagian dari saluran pencernaan yang tidak dapat dilihat dengan jenis-jenis endoskopi lainnya. Upper endoskopi, yang disebut juga EGD, menggunakan kamera terpasang pada tabung fleksibel yang panjang untuk melihat kerongkongan, lambung dan awal bagian pertama dari usus kecil yang disebut duodenum. Sebuah kolonoskop, dimasukkan melalui dubur, dapat melihat usus besar dan bagian distal dari usus kecil, ileum terminal. Sayangnya, kedua jenis endoskopi ini tidak dapat menggambarkan sebagian besar dari bagian tengah saluran pencernaan, usus kecil. Kapsul endoskopi ini berguna ketika penyakit menyerang usus kecil dan kadang-kadang dapat mendiagnosa sumber perdarahan gaib atau penyebab sakit perut seperti penyakit Crohn, atau tukak lambung. Kapsul endoskopi dapat digunakan untuk mendiagnosa permasalahan di usus kecil, tapi tidak seperti EGD atau kolonoskopi, tidak bisa mengobati patologi yang mungkin ditemukan.

Prinsip Kerja

Kapsul itu berjalan karena gerak peristaltik usus-gerak normal usus yang mirip tangan meremas. Begitu kemasan kapsul dibuka, otomatis lampu langsung menyala. Begitu ditelan, kapsul dengan cepat masuk ke lambung. Melalui gelombang radio, gambar yang terekam dikirim ke sebuah chip perekam yang tersimpan di pinggang pasien melalui delapan sensor (dipasang alat perekam yang ditempelkan diperut dengan menggunakan semacam sabuk atau ikat pinggang). Selama sekitar delapan jam beroperasi, gambar yang terekam berjumlah sekitar 57.000 citra. Kira-kira dua frame per detik.

Setelah selesai, perekam nirkabel tadi ditempatkan di sebuah dok khusus yang kemudian akan memindahkan gambar terekam ke peranti lunak khusus, Reporting and Processing of Images and Data (RAPID). Maka, terciptalah sebuah klip video yang berisi gambaran tentang bagian dalam usus halus. Setelah berjalan sambil memperlihatkan keadaan kondisi di dalam tubuh kamera kapsul ini akan keluar dari tubuh bersamaan dengan feces.

1.      Kapsul endoskopi berukuran hampir sama dengan kapsul obat biasa, sehingga dapat mudah ditelan.

2.      Setelah ditelan maka akan segera dapat mengambil gambar didalam usus sepanjang perjalanannya sampai ke anus, dan gambar tersebut dapat ditransfer ke komputer.

Prosedur Penggunaan

1.      Pasien akan dipersiapkan dengan pembersihan isi saluran pencernaan untuk mendapat gambar yang baik.

2.      Setelah kapsul ditelan kemudian dipasang alat perekam yang ditempelkan diperut dengan menggunakan semacam sabuk atau ikat pinggang.

3.      Memerlukan waktu selama 8-10 jam. Selama pemeriksaan pasien dapat tetap beraktivitas.

4.      Kapsul Endoskopi bersifat disposable ( setelah dipakai tidak dapat dipakai lagi), sehingga sterilitas dapat diandalkan

5.      Setelah ditelan kapsul tersebut akan keluar bersama feces ( kotoran ).

Pada keadaan apa saja pemeriksaan ini diperlukan ?

1.      Untuk mendiagnosa kelainan di usus halus yang tidak dapat dicapai oleh Endoskopi biasa.

2.      Mencari penyebab perdarahaan disaluran cerna yang tidak dapat dilihat dengan tindakan endoskopi biasa.

3.      Mencari penyebab anemia yang tidak jelas penyebabnya.

4.      Mencari penyebab nyeri perut yang tidak dapat dijelaskan penyebabnya dengan prosedur konvensional/biasa.

5.      Lain-lain.

Keunggulan

Prosedur nyaman bagi pasien karena:

1.      Tidak ada tindakan yang menimbukan rasa sakit pada pasien, karena tidak menggunakan teropong ( sejenis kabel yang dilengkapi dengan kamera ).

2.      Tidak memerlukan pembiusan ( kecuali bila diperlukan pada kondisi tertentu).

3.      Tidak ada komplikasi

4.      Kualitas gambar yang diperoleh dapat memberikan informasi yang jelas untuk diagnosa

5.      dapat dilakukan juga pada anak-anak

Kontraindikasi

Pemeriksaan ini tidak boleh dilakukan pada ;

1.                  Pasien dengan tanda penyumbatan usus.

2.                  Pasien yang mengalami gangguan menelan.

Penampang kapsul Endoscopy

Illuminating LED’S :

Menggunakan jenis light emiting diode sebgai pengganti senter untuk menerangi lorong gelap (di dalam usus) yang dilalui oleh kapsul.

Battery :

Menggunakan baterai yang mampu bertahan 8-10 jam. Karena diperkirakan, selama itulah perjalanan menyusuri lorong pencernaan manusia. Baterai ini tidak bisa diisi ulang, oleh sebab itu pulalah pasien tidak perlu khwatir akan mendapatkan kamera kapsul yang bekas.

CMOS imager : Sensor gambar yang dibawanya buatan Micron dan berjenis complementary metal-oxide semiconductor (CMOS). CMOS ini tidak boros tenaga dalam mengambil gambar berkualitas tinggi dibandingkan dengan charged coupled device (CCD).

Antenna mikrostrip : suatu konduktor metal yang menempel diatas ground plane yang diantaranya terdapat bahan dielektrik. Antena mikrostrip merupakan antena yang memiliki massa ringan, mudah untuk difabrikasi, dengan sifatnya yang konformal sehingga dapat ditempatkan pada hampir semua jenis permukaan dan ukurannya kecil dibandingkan dengan antena jenis lain, karena sifat yang dimilikinya, antena mikrostrip sangat sesuai dengan kebutuhan saat ini sehingga dapat di-integrasikan dengan peralatan telekomunikasi lain yang berukuran kecil, akan tetapi antenna mikrostrip juga memiliki beberapa kekurangan yaitu: bandwidth yang sempit, gain dan directivity yang kecil, serta efisiensi rendah.

Kolonoskopi Tradisional atau Endoskopi Kapsul?

Metode kolonoskopi merupakan salah satu metode yang dipilih dalam memeriksa kanker kolon. Memilih cara kolonoskopi terbaik terutama dalam sisi hasil akhir, selalu menjadi pertimbangan pasien. Dengan membandingkan 2 metode kolonoskopi, yaitu tradisional dan pill camera, Dr. Andre Van Gossum, dari Erasme University Hospital, Brussels, Belgia, dan timnya meneliti pada 328 pasien yang dicurigai memiliki kanker kolon dengan menggunakan kedua metode ini.

Para peneliti menemukan bahwa metode pill cameraaman digunakan, tetapi jika dibandingkan dengan kolonoskopi model lama dalam segi mendeteksi pertumbuhan sel kanker kolon, efikasinya masih belum jelas. Kolonoskopi tradisional terbukti lebih baik dalam menemukan sel kecil prekanker yang sedang bertumbuh yang dikenal sebagai polip dan sama baiknya dalam menemukan sel tumor dalam stadium lanjut.

U.S. Preventive Services Task Forcemerekomendasikan kolonoskopi cara lama. Kolonoskopi tradisional merupakan metode pemeriksaan menggunakan kamera sepanjang 3 kaki yang digunakan untuk memeriksa usus besar, sama seperti pada screening test. Sebagai alat deteksi dini untuk kanker usus besar, kolonoskopi biasanya dimulai pada umur 50 dan dilanjutkan di umur 75 tahun.

Tetapi beberapa dokter saat ini sudah mulai beralih menggunakan metode pill camera, atau dikenal juga sebagai endoskopi kapsul. “Hal ini disebabkan banyaknya keterbatasan pada cara lama, sehingga membatasi penggunaan secara besar-besaran, dan masih banyak orang segan menjalani kolonoskopi tradisional disebabkan rasa malu, tidak nyaman, dan proses yang menyusahkan,” berdasarkan jurnal penelitian yang ditulis pada The New England Journal of Medicine.

Kapsul endoskopi dapat mendeteksi 14 jenis kanker kolon sesuai standar dari alat kolonoskopi dan ditambah 5 jenis lainnya. Kemampuan kapsul ini dalam mendeteksi sel tumor kolon, berhubungan dengan seberapa baik usus besar tersebut bersih dari sel tumor.

Pada prosedurnya, sebelum menjalankan pemeriksaan pasien diberikan minuman elektrolit. Tetapi dari laporan indikasi sekitar 1 sampai 12 pasien mengalami efek samping yang berhubungan dengan minuman yang diberikan sebelum prosedur.

Selain itu didapat laporan bahwa salah satu kekurangan dari metode pill camera adalah lama aktif barterai. Tetapi lebih dari 90 % pasien, kapsul endoscopi dapat melewati sistem pencernaan sebelum tenaga barterai habis. “Yang pasti tehnologi colon capsule endoscopy tidak direkomendasikan untuk saat ini,” jelas Dr. Michael Bretthauer, Oslo University Hospital Rikshospitalet.

DAFTAR PUSTAKA

http://www.majalah-farmacia.com/rubrik/one_news.asp?IDNews=1350

http://www.youtube.com/results?search_query=capsule+endoscopy&aq=0

http://en.wikipedia.org/wiki/Capsule_endoscopy

Disusun oleh :

1. Agustine Rose Shinta       115070001

2. Dinar Wulandari               115070010

3. Novia Marlyanti W.           115070073

SMT Ganjil 2010/2011

Comments are closed.